Memanggang dengan arang lebih sehat dibanding gas adalah perdebatan yang terus berlanjut di kalangan pecinta kuliner dan ahli kesehatan. Di tahun 2026, semakin banyak penelitian yang mengungkap perbedaan signifikan antara kedua metode ini. Arang, sebagai bahan bakar tradisional, sering dikaitkan dengan rasa smokey yang khas, sementara gas menawarkan kepraktisan dan kontrol suhu yang lebih baik. Pertanyaannya, apakah rasa yang lebih enak berarti lebih sehat? Jawabannya lebih kompleks dari yang dibayangkan.
Memanggang dengan arang lebih sehat dibanding gas jika melihat dari sudut pandang suhu memasak dan distribusi panas. Arang menghasilkan panas radiasi yang lebih tinggi, yang dapat memanggang makanan dengan cepat dan menciptakan kerak luar yang renyah. Ini membantu menutup pori-pori makanan sehingga kelembaban tetap terjaga. Metode ini juga memungkinkan lemak menetes keluar dari makanan, tidak terperangkap dalam wajan. Di tahun 2026, penelitian menunjukkan bahwa memanggang dengan arang dapat menghasilkan makanan dengan kandungan lemak lebih rendah karena lemak yang merembes keluar.
Namun, ada kekhawatiran tentang pembentukan senyawa karsinogenik saat memanggang dengan arang. Asap yang dihasilkan dari pembakaran arang mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik dan amina heterosiklik yang dapat menempel pada permukaan makanan. Paparan berlebihan terhadap senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Di tahun 2026, para peneliti menemukan bahwa penggunaan arang berkualitas tinggi dan teknik memanggang yang tepat dapat mengurangi risiko ini. Memanggang dengan arang yang sudah menjadi abu putih, bukan saat masih berasap hitam, adalah langkah penting.
Memanggang dengan gas, di sisi lain, menghasilkan lebih sedikit asap dan senyawa karsinogenik. Kontrol suhu yang lebih baik juga mengurangi risiko makanan terbakar atau gosong, yang merupakan sumber utama senyawa berbahaya. Namun, gas tidak memberikan rasa smokey yang khas dan sering menghasilkan makanan yang lebih kering karena proses memasak yang lebih lambat. Di tahun 2026, kombinasi arang dan gas menjadi populer di restoran kelas atas, menggunakan arang untuk rasa dan gas untuk kontrol.
Pilihan antara arang dan gas pada akhirnya tergantung pada prioritas masing-masing. Jika rasa dan tekstur adalah prioritas, arang adalah pilihan terbaik. Jika kesehatan dan keamanan adalah pertimbangan utama, gas mungkin lebih bijaksana. Di tahun 2026, banyak orang memilih pendekatan moderat: memanggang dengan arang sesekali untuk acara khusus dan menggunakan gas untuk memasak sehari-hari.